Otak bayi terdiri dari ribuan bahkan jutaan sel syaraf (neuron) yang akan terhubung membentuk sirkuit (sinapsis) bila mendapatkan rangsangan (stimulasi).
Makin banyak rangsangan yang diberikan kepada bayi, semakin banyak sirkuit yang terbentuk. Semakin banyak sirkuit yang terbentuk, semakin meningkat kemampuan belajarnya di masa depan.
Karena itu, sejak anak lahir hingga mulai bisa mengenal beragam hal di lingkungannya, otak anak harus segera diberi rangsangan. Caranya, kenalkan anak pada banyak hal di lingkungan sekitar kita entah itu binatang, tumbuhan, beragam benda lain serta bilangan dan bahasa yang sederhana.
Menurut Rose Mini, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Otak anak seperti spons. Makin banyak pasokan informasi, makin banyak pula yang diserap. Setidaknya dalam lima tahun awal kehidupannya, orang tua dan keluarga hendaknya aktif menstimulasi otak si kecil.
Intinya adalah “Makin banyak pengalaman yang didapat, makin cerdas pula otaknya,” katanya.
Kapan rangsangan seharusnya diberikan? Rose mengatakan: sedini mungkin, sesuai usia anak. “Stimulasi seharusnya dilakukan sejak lahir, namun secara bertahap dan sesuai kapasitas otaknya.
Bunda, banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memberi rangsangan pada bayi kita sejak dini, misalnya dengan
- Bermain Flash Card. Flash card adalah kartu permainan yang dilakukan dengan cara menunjukkan gambar secara cepat untuk memicu otak bayi anda agar dapat merima informasi yang ada di hadapan mereka, dan sangat efektif untuk membantu bayi anda belajar membaca, mengenal angka, mengenal huruf di usia sedini mungkin.
- Membacakan buku cerita atau dongeng dengan metode Read Aloud (membaca lantang). Kenapa dengan metode Read Aloud? Ada tiga manfaat penting dari metode ini. Perkembangan otak anak menjadi sehat, kedekatan orangtua dan anak, lalu mengenalkan literasi sejak dini.
- Memberikan mainan edukatif.
Mainan terbaik bayi adalah Anda! Berinteraksilah bersama bayi sesering mungkin.